Jumat, 18 Januari 2019

WHY BLOGGER?


Awal mengenal dunia blog sekitar tiga tahun lalu, dan ini merupakan dunia baru yang tidak sengaja aku masuki. Aku yang kebetulan memiliki dua putra yang sedang dalam masa pertumbuhan ceritanya masuk ke fase galau sebagai orangtua. Lalu secara kebetulan menemukan sebuah komunitas parenting di internet. Singkat cerita aku minta bergabung, dan tak lama kemudian terpesona oleh komunitas ini. Terpesona karena apa? Komunitas ini ternyata mengajak anggotanya untuk melek teknologi. Bahkan ketika mengikuti perkuliahan, tugas-tugasnya pun harus dikerjakan di blog. Dan itu dunia yang asing bagiku, sampai bertanya-tanya ke anggota komunitas yang dianggap senior. Waktu itu Teh Shanty Dewi Arifin yang aku ‘rongrong’. Malah Teh Shanty sempat membuat artikel berjudul “Blog For Dummies” waktu itu. Isi tulisannya tentang cara membuat blog untuk pemula seperti aku ini. Dan akhirnya demi memenuhi tugas kuliah di komunitas, aku secara tak sengaja masuk ke dunia blogger (baca: https://www.nodiharahap.com)

Kamis, 10 Januari 2019

ZERO WASTE – Semua Berawal Dari Rumah



            Ada masanya dimana saya merasa terganggu dengan tumpukan sampah yang tidak wajar. Entah tahun berapa itu ... saya lupa. Yang membekas hanya tumpukan-tumpukan kotor itu di ingatan. Kalau tidak salah waktu itu beritanya TPA Leuwigajah longsor. Dalam artian sudah tidak mampu lagi menampung sampah Kota Bandung. Sedih sekali waktu sampah-sampah itu yang mendominasi pemandangan kota. Ternyata sebanyak itu sampah yang dihasilkan oleh kita. Tidak perlu menyalahkan siapa pun karena pada dasarnya ini adalah masalah bersama. Toh, kita ‘kan yang menghasilkan sampah? Berarti harus kita juga yang mencari jalan keluarnya.

Senin, 31 Desember 2018

BABAKAN SILIWANGI FOREST WALK


               Liburan kali ini tidak seperti liburan yang sudah-sudah. Selain musim hujan yang sedang deras-derasnya, bencana tsunami di Banten kemaren sempat membuat saya terkejut. Memang benar rencana Tuhan siapa yang dapat memprediksikan? Dalam rangka menghormati korban bencana  tsunami, akhirnya saya memutuskan untuk lebih banyak menghabiskan waktu berlibur di rumah. Tapi bukan berarti tidak menikmati nuansa liburan, kasihan anak-anak kalau selama dua minggu hanya berdiam diri saja. Lagipula di dalam kota pun banyak destinasi yang bisa dinikmati tanpa perlu  jauh-jauh keluar kota.

Sabtu, 08 Desember 2018

Hujan Dalam Kenangan


Rincik langit tumpah basahi trotoar
Bulirannya menjelma bayang serupa tampias di tepi kain
Melompatlompat ukirkan pendar genangan dalam setiap jejak jalanan
Meracik angin yang terabasi tubuhnya; bergumul riuh layaknya hujan rimba
Air—angin bergelung membungkus tubuh dalam gigil penuh dingin;
Dan aku tetap dalam sebuah tanya tentang cinta yang terjeda jarak

 “Hujan Sore”, karya Yola Widya
Bandung, 081218

            Setelah membaca syair di atas pasti bertanya-tanya, “Kenapa ada kata ulang yang tidak memakai tanda hubung?” jawabannya simpel saja, karena tanda baca tidak mutlak dalam puisi. Itu yang saya dapat dari hasil mengembara di antara penyair. Jangan lupa, puisi diberi judul dan nama penyairnya. Titimangsa juga jangan sampai tertinggal. Titimangsa berisi tempat dan tanggal pembuatan.