Jumat, 10 Maret 2017

E Claim BPJS

     Sudah bukan rahasia umum bila setiap tenaga kerja yang bekerja di sebuah perusahaan akan mendapat fasilitas yang dapat menunjang kesejahteraannya, salah satunya adalah BPJS. BPJS sendiri memiliki beberapa fasilitas yang dapat diikuti, seorang tenaga kerja berarti akan mendapat fasilitas Bpjs ketenagakerjaan dari perusahaannya yang meliputi fasilitas kesehatan, jaminan hari tua, asuransi, dana pensiun dan lain-lain.
      Fasilitas kesehatan dipergunakan bilamana tenaga kerja sakit dan keluarga tertanggungnya sakit. Faskes yang didapat adalah faskes kelas dua. Jaminan hari tua bisa dicairkan 10% selama masa kerja aktif, dan apabila tenaga kerja telah non aktif pencairannya bebas asal telah berjangka waktu satu bulan dari masa non aktif. Asuransi melindungi tenaga kerja selama aktif di perusahaan dan masih terlindungi selama tiga bulan berikutnya setelah non aktif. Dana pensiun bisa dicairkan setelah usia 56 tahun.



       Banyak orang yang kurang paham dengan proses pencairan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk saya pribadi pada awalnya cukup kebingungan. Ternyata untuk mempermudah proses pencairan harus dilakukan secara online. Ini untuk mempersingkat waktu dalam proses pengisian formulir dan juga menghindari antrian, dengan kata lain mengedepankan efisien dan efektif waktu. Masalahnya seringkali karena keterbatasan informasi, proses E claim ini menjadi tersendat-sendat, belum lagi harus bolak-balik karena kekurangan ini itu. Ada baiknya sebelum proses E claim segala sesuatunya dipersiapkan dengan detail agar terhindar dari mubazirnya waktu. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan agar proses E claim berjalan lancar:

1. Pada saat berhenti bekerja pastikan paklaring anda terima, cek nama dan segala sesuatunya agar sesuai dengan kartu identitas jangan sampai ada salah eja atau pengetikan.

2. Datangi Disnaker di kota tempat tinggal untuk mendapatkan surat keterangan berhenti bekerja dari Disnaker setempat. Kelengkapan yang harus dibawa adalah foto kopi paklaring dan KTP.

3. Pada saat akan melakukan E claim pastikan anda telah berhenti bekerja selama satu bulan, atau untuk lebih amannya lakukan E claim sekitar 1,5 atau 2 bulan setelah bekerja. Ini untuk menghindari tertolaknya proses E claim karena dianggap masih aktif bekerja. Dan pastikan pula anda memiliki email yang aktif, karena segala prosesnya akan melalui email.

4. Kelengkapan yang harus di scan adalah paklaring, surat dari Disnaker, KTP, KK,  kartu Jamsostek, buku tabungan. Ada baiknya melakukan scan di tempat yang sudah bekerjasama dengan Bpjs. Termasuk saya melakukan scan di warnet jalan suci Bandung karena telah mengetahui benar cara menscan kelengkapan yang benar. Banyak kejadian yang tertolak E claimnya karena kelengkapan tidak terupload semua.

5. Jawaban diterimanya E Claim biasanya 2x24 jam tidak termasuk sabtu, minggu dan libur nasional. Dan paling lambat 7 hari kerja. Setelah jawaban masuk melalui email, jangan lupa untuk meminta di printkan jawaban via emailnya tersebut. Selain print jawaban E Claim, adapula formulir F5 yang harus diprint juga. Di lembar jawaban E Claim akan tercantum tanggal berapa kita bisa melakukan pengajuan tersebut via kantor BPJS.

6. Pada saat akan melakukan claim pastikan dukumen asli semua dibawa seperti paklaring, surat Disnaker, kartu Jamsostek, KK, KTP, buku tabungan, Surat jawaban E Claim via email, dan F5. Biasanya agar antrian tidak terlalu panjang harus datang lebih awal, pengalaman saya di BPJS jalan Suci sebelum pintu masuk ada penjaga yang memeriksa semua kelengkapan dan kemudian dipilah-pilah untuk dimasukkan kedalam map. Setelahnya kitapun akan mendapat nomor antrian.

7. Akan ada wawancara singkat pada saat kelengkapan kita diperiksa, dan apabila lancar segala sesuatunya proses pencairan bisa ditunggu selama 7 hari kerja melalui bank yang kita minta. Kitapun akan mendapat kartu asuransi, dalam artian kita masih dalam lindungan asuransi untuk 3 bulan kedepan yang biayanya diambil dari saldo simpanan kita.

      Proses E claim akan berjalan mudah dan cepat apabila segala dokumennya lengkap dan sesuai segala sesuatunya dengan kartu identitas yang ada. Bahkan uangpun sudah bisa diterima sebelum 7 hari kerja. Pelayanan yang cukup prima dari petugas yang adapun cukup memudahkan bagi kita-kita yang masih kurang paham akan proses E claim.







Rabu, 08 Maret 2017

Diary Oji - arti sebuah kehilangan

      Wajah tak ceria menghampiriku hari itu. Menghenyakkan tubuhnya di kursi besi yang berderit lirih menahan sedikit beban di kerangkanya. Mengerenyit gusar oji berkata, mih sepatuku jebol,  lihat nih.. dibuka-bukanya sisi sepatu sampai menganga. Duh de jangan gitu dong, nanti rusak beneran.. kita sol aja yuk! bujukku. Wajahnya merengut cemberut,.. pingin sepatu kaya teman-teman.. ucapnya pura-pura tak memandang wajahku. Miris, pola hidup teman-teman sekolahnya mau tidak mau pasti merasuki, pasti sulit baginya bergaul dengan lingkungan yang notabene kalangan atas. Toh oji hanya anak-anak belaku menghela napas khawatir. Aku mau sepatu kets, ucapnya lagi. Biar pake uang tabungan dede aja, tekadnya begitu bulat hampir meluruhkan hatiku. De, sayang tabungannya, lagipula sebentar lagi masuk smp, memang boleh pakai sepatu kets? jangan sampai nanti beli lagi karena menyalahi aturan. Oji menunduk, biar mih.. kan pake uang dede, nanti sepatu yang rusak ini disol kalau sudah beli yang baru. Menghela napas meraih sepatu yang katanya rusak, padahal hanya terbuka sedikit pinggiran lemnya pikirku risau. Okelah kalo kamu mau beli yang baru tapi pakai uang sendiri yah! Cemberut diwajahnya langsung hilang, dengan semangat dia menarik tanganku mengajak bergegas ke toko sepatu.
    Dan kembali sedikit penyesalan itu menyeruak ketika melihat dia memilih sepatu-sepatu yang harganya wah menurutku. Seharusnya aku tegas dan tidak membaurkannya di kalangan atas itu, sedikit banyaknya pasti oji terpengaruh dengan pola hidup mereka, pola hidup yang berbanding terbalik dengan keluarga kami. De, coba pilih yang benar jangan yang terlalu mahal! ucapku ketika melihat dia kembali meraih sepatu seharga 700. Tapi mamih temen dede pake sepatu ini, ucapnya gusar. Temen dede ya temen dede, dede ya dede.. aa juga pake sepatu yang harga biasa, aa ngerti kalau harus belajar hemat bantahku tegas. Tapikan pake uang dede mih.. kan u.... kalimatnya terputus melihat kilatan marah di wajahku. Diletakkannya sepatu itu dan kami kembali berjalan menyusuri toko-toko yang lain.
     Akhirnya di toko terakhir aku menyerah dengan sepatu pilihannya yang harganya menghabiskan separuh tabungannya. Masih kemahalan menurutku, tapi hatiku luluh melihat dia jatuh cinta pada pilihannya. Dan pulanglah kami dengan membawa sedikit dilema karena tetap hati risau dengan barang yang dibeli tadi.
     Seminggu berlalu dan dia begitu istimewa memperlakukan sepatunya. Sekarang dede sama kaya teman-teman ucapnya sumringah. Jleb! seperti tertusuk pisau besar aku pilu. Semoga ini hanya pengaruh sementara doaku dalam hati. Seperti cambukan bagiku untuk lebih berhati-hati di kemudian hari bila hendak membaurkan anak di lingkungan pendidikan, baiknya aku memilih lingkungan yang setara dengan gaya hidup keluarga kami. Jangan sampai rasa minder dan rasa ingin meniru berlebih tertanam di hati anak karena pengaruh lingkungan yang tak setara. Ini yang harus aku pegang teguh.
     Sampai suatu ketika Allah berkata lain mendengar keluhan hatiku. Hari itu entah mengapa kami bergegas ke sebuah toko untuk melihat-lihat gerobak dagangan. Sedikit malas sebenarnya, tapi kaki tetap melangkah duluan memasuki toko,  Suami dan oji tertinggal di belakang. Akhirnya kami terlibat perbincangan serius dengan pemilik toko beberapa saat. Ketika melangkah keluar menuju motor yang terparkir manis di pinggir jalan,  oji terlihat tertegun-tegun melangkah. Mamih tas dede mana? Kami terkesiap. Ternyata tas ditinggal begitu saja dimotor, kesalahan yang sangat fatal. Dicaripun takkan ketemu karena tas disabet begitu saja dari motor. Sepatu dede mih? ucapnya tertahan. Ya allah sepatu barunya didalam tas. Tenang de tenang ucapku gelisah. Gelisah memikirkan buku-buku UN yang hilang. Suamiku tampak geram dan menyesal,  campur aduk. Astaghfirullah baru sekali ini kami mengalami kejadian seperti ini. Semoga ada hikmahnya.
      Kami kembali bergegas, bergegas menuju palasari... buku.. yah buku-buku yang penting. Oji tampak menahan airmata sepanjang menyusuri toko buku. Ikhlas de? tanyaku perlahan. Enggak! jawabnya tegas sebulir airmata terpeleset jatuh di pipi pucatnya. Perlahan aku berkata, insha allah ada gantinys de. Dan hari itu kami sibuk mengumpulkan peralatan sekolah yang hilang. Sampai di perjalanan melalui alun-alun aku meminta suami untuk berbelok kiri. Mau apa mih kesini? tanya oji. Beli sepatu jawab suamiku. Mamih udah aja sepatu yang dirumah di sol aja, gak usah beli mih! ucap oji gelisah. Rupanya dia tak enak hati melihat segala barang baru pengganti barang yang hilang tadi. Kamu yakin? tanyaku. Dia mengangguk tegas. Alhamdulillah serasa ada aliran sejuk dihatiku. Pulang ke rumah seribu aliran rasa mengalir diantara kami. De ini yang mamih maksud jangan berlebihan, masih banyak anak lain yang tak punya sepatu. Tak punya uang untuk membelinya. Sepatu hanya sekadar pelindung kaki, hanyak untuk diinjak. Semahal apapun sepatu tetap saja kodratnya untuk diinjak. Oji termenung, iya mih semoga nanti ada gantinya. Dan dengan sungguh-sungguh dia mengambil buku barunya dan mulai mengerjakan tugas dengan senang. Mukjizat bagiku, dia akhirnya menyadari ternyata ilmulah yang terpenting. Arti dari sebuah kehilangan.

Sabtu, 04 Maret 2017

NHW#6 - Manajer Keluarga yang Handal

      Siapa bilang menjadi manajer hanya bisa terjadi di ranah publik? ternyata ibu rumah tanggapun bisa menjadi manajer di rumah loh! Dan selayaknya manajer dia bisa mendelegasikan pekerjaannya dengan kontrol penuh tetap ditangannya. Sebagai manajer rumah tanggapun ia wajib berpakaian rapi selayaknya pegawai kantoran. Aktivitas yang terencana dan pengelolaan keuangan yang rapi sudah seharusnya menjadi ciri khasnya. Seorang manajer rumah tangga harus mampu mengatur 'perusahaannya' di ranah domestik selayaknya manajer di ranah publik.
     Menjadi 'manager' memang idaman saya dan mengatur jadwal kegiatan di rumah tidaklah sulit, yang sulit adalah menaatinya. Mengatur keuangan rumah tangga menjadi tantangan tersendiri bagi saya terutama pasca resign. Berhemat itu pasti, sedangkan mencari uang tambahan itu sudah pasti tak terelakan lagi. Dalam menjalani peran manager rumah tangga haruslah dapat memilah mana aktivitas yang penting dan mana yang tidak penting. Berdasar pemahaman saya aktivitas penting adalah aktivitas yang banyak manfaatnya, sedangkan aktivitas yang tidak penting adalah aktivitas yang kurang bermanfaat. Dengan demikian insha allah peran kita sebagai manager di rumah bisa diimplementasikan dengan baik.
     Demikian ini merupakan pemahaman saya tentang manager rumah tangga di NHW#6, dan saya berusaha menjabarkannya dalam daily activity sebagai berikut:

1. 3 aktivitas penting dan 3 aktivitas tidak penting
a. 3 aktivitas penting
- mengolah dan menyiapkan dagangan
- menyiapkan makanan untuk keluarga
- membersihkan rumah

b. 3 aktivitas tidak penting
- sering keluar rumah dengan dalih refreshing
- melamun memikirkan hal-hal yang tidak penting
- bermalas-malasan

2. Alhamdulillah hikmah mengikuti matrikulasi ini adalah saya semakin yakin dengan visi dan misi dalam hidup ini. Yang Pada akhirnya berimbas pada kegiatan saya terutama pasca resign yang alhamdulillahnya aktivitas yang pentinglah yang paling banyak dilakukan.

3. Di setiap pagi setelah waktu subuh selesai selalu diteruskan dengan kegiatan mengolah bahan dagangan, kemudian disambi menyiapkan sarapan untuk anak dan kopi untuk suami. Setelah rumah sepi baru dilanjutkan dengan menyiapkan makanan untuk keluarga, setelah itu mempersiapkan bahan dagangan yang kedua. Setelah selesai semua barulah mulai merambah membersihkan rumah. Setelah waktu dhuhur dan waktu istirahat kembali aktivitas mempersiapkan bahan dagangan untuk esok harinya.

4. Jadwal aktivitas harian

04. 00 -            solat tahajud
04. 30 -            solat subuh
04. 45 - mengolah dan memasak bahan dagangan
05. 30 - mempersiapkan anak sekolah dan menyiapkan sarapan
06. 15 - 06. 30 istirahat
06. 30 - 07. 00 belanja sayuran dan mengambil pesanan bahan dagangan
07. 00 - 08. 00 memasak makanan untuk keluarga
08. 00 - 09. 00 mengolah dan menyiapkan bahan dagangan sesi 2
09. 00 - 09. 30  solat dhuha dan persiapan menjemput anak (karena jarak jauh jadi sekalian ikut suami)
10. 30 - 11. 00 istirahat
11. 00 - 12. 00 mencari ilmu dari sosmed, membahas materi,  menulis bahasan materi atau menulis ringan
12. 00 - 12. 30 solat dhuhur
12. 30 - 14. 00 menunggu anak di tempat janjian sambil menulis ringan atau membahas materi
15. 15 -  tiba dirumah dan istirahat hingga selesai solat ashar
16. 00 - 16. 30  olahraga
16. 30 - 17. 00 beres-beres rumah
17. 00 - magrib  menyiapkan olahan dagangan
18. 30 - 19. 00  mengaji dan solat isya
19. 00 - 19. 30 beres - beres rumah plus menyiapkan persiapan sekolah anak untuk esok hari
19. 30 - 20. 00 nonton tv dengan anak atau menulis
20. 00 - 21. 00  menemani suami menonton tv dan anak mengerjakan pr
21. 30  tidur

5. Setiap kamis minggu kedua dan keempat, kegiatan selama menunggu jam pulang anak diganti dengan pengajian di mesjid TSM. Jumat dan sabtu setelah pukul 14. 00 kegiatan dilanjutkan dengan mengantar anak ke klub sepakbola. Kegiatan ini dari pukul 15. 30 - 17. 30, dan tiba di rumah pukul 20. 00. Hari minggu jadwal diganti dengan kegiatan mengantar anak - anak ke klub sepakbola dan panahan. Adapun kegiatan mendadak biasanya ada rapat di sekolah atai keperluan keluarga yang mau tidak mau harus dihadiri.

6. kegiatan yang paling mudah dilakukan urutannya mempersiapkan dagangan, memasak, menjemput anak,  beres-beres rumah.

7. Alhamdulillah rutinitas ini telah dilakoni selama satu bulan dan memang masih ada beberapa aktivitas yang melenceng dari jadwal, yang berarti harus diperbaiki dan dilihat perkembangannya selama satu minggu kedepan.

    Menjadi manajer rumah tangga tidaklah mudah dan juga tidak sulit. Ketika kita memahami posisi sebagai seorang manajer berarti didalamnya ada proses pengenalan diri. Semoga saya dan para ibu yang lainnya semakin handal dalam pekerjaannya di perusahaan rumah tangga. 

Rabu, 01 Maret 2017

Sulit menemukan lokasi rumah idaman? Ini tipsnya

      Memiliki rumah merupakan impian semua orang. Kebutuhan akan rumah tak bisa dielakkan lagi. Beruntung bagi yang bisa memiliki rumah sendiri, tapi bukan berarti yang belum memiliki rumah tidak beruntung. Karena banyak pertimbangan tertentu sehingga masih banyak orang atau keluarga yang memilh menyewa rumah saja. Harga rumah yang tinggi di perkotaan merupakan salah satu alasan mengapa masih banyak yang menyewa. Ada juga keluarga yang akhirnya memutuskan untuk menyewa rumah karena alasan jarak ke tempat sekolah anak sehingga bisa menghemat waktu dan biaya, padahal keluarga itu telah memiliki rumah sendiri Banyak pula para pekerja kantoran dan mahasiswa yang menyewa rumah petak atau kamar karena alasan jarak ke tempat beraktivitas. Bagi para pedagangpun pilihan menyewa rumah harus dilakukan karena disesuaikan dengan tempat atau lokasi mereka berusaha. 
      Seringkali bagi para penyewa ini mendapati kendala tertentu pada saat menempati rumahnya. Entah itu lingkungan yang kurang baik, air yang kurang, harga sewa yang mendadak naik, bahkan ada juga yang 'diusir' secara halus dengan alasan rumahnya akan digunakan oleh pemiliknya. Bila sudah seperti ini biasanya mau tak mau mereka harus mencari lokasi rumah yang baru. Seringkali dengan alasan yang serupa para 'kontraktor' ini sampai harus berkali-kali pindah lokasi rumah, tentunya ini sangat merepotkan. Karena kebutuhan akan tempat tinggal yang mendesak seringkali mereka asal pindah saja, misal asal ditempat baru airnya banyak langsung saja pindah begitu saja. Padahal ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi rumah. Berikut ini ada beberapa tips memilih lokasi rumah :

1. Meminta Jeda Waktu
    Jangan tergesa-gesa itu kunci utamanya. Bila terpaksa pindah karena sang empunya rumah mengusir secara halus dengan alasan rumah akan digunakan, tipsnya mintalah jeda waktu beberapa hari atau maksimal satu minggu untuk mencari rumah lagi. Demikian juga bagi yang merasa sudah tidak betah karena lingkungan atau alasan yang lainnya, jangan terburu-buru pindah, sediakan beberapa waktu untuk menemukan lokasi yang sesuai.

2. Searching on Net
    Mencari informasi lewat internet bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Cara ini hemat waktu dan biaya, Memang informasi yang diperoleh hanya sebatas iklan yang ada, tapi cara ini cukup efektif.

3. Mencari info lewat surat kabar
    Selain lewat internet, informasi bisa didapat lewat surat kabar. Cara inipun hemat waktu dan biaya. kita bisa mendapatkan lokasi rumah yang sudah jelas alamatnya.

4. Mencari informasi lewat teman atau saudara
   Cara ini biasanya sangat efektif. Informasi yang didapat bisa sangat akurat terlebih apabila lokasi yang dimaksud dekat dengan tempat tinggal mereka, sehingga kita bisa mendapat gambaran terlebih dahulu mengenai lingkungan sekitar rumah sewa.

5. Luangkan waktu khusus
   Setelah informasi yang dikumpulkan terasa cukup, tips berikutnya adalah luangkan waktu khusus untuk mensurvey tempat-tempatnya. Waktu yang panjang akan memberikan ruang untuk mempertimbangkan dengan baik. Waktu khusus untuk mensurvey bisa menjadikan kita lebih leluasa memperhatikan lingkungan sekitar rumah. Berikut syarat tempat tinggal yang nyaman versi penulis:
- akses jalan yang mudah
- dekat dengan tempat ibadah
- dekat dengan grosir atau warung
- dekat dengan tempat pembayaran listrik dan pembelian pulsa
- dengan dengan penjual sayuran. Ini merupakan nilai plus, karena akan sangat merepotkan bila harus      pergi ke pasar setiap hari.

     Dalam mencari lokasi rumah sesuai keinginan yang terpenting adalah niat dan usahanya. Jangan dilupakan tips jangan tergesa-gesanya, karena hal itu yang paling penting. Jangan sampai harus pindah berkali-kali karena lokasi yang tidak sesuai Pemilihan lokasi yang strategis dan yang baik lingkungannyapun haruslah sangat diperhatikan.