Kamis, 12 Januari 2017

Bandung itu asyik loh!

     Berlibur, kata yang memiliki dua sisi mata uang bagi kami. Siapa yang tak senang menyambut datangnya liburan?Berkumpul dengan anak yang notabene waktu bermain dengan orang tuanya sangatlah minim karena kesibukannya belajar, merupakan moment yang sangat berarti bagi kami yang sama-sama sibuk. Namun disisi lain berarti ada pekerjaan rumah tambahan, karena liburan yang diharapkan adalah yang penuh makna dan manfaat bagi anak. Dan merencankannya ternyata lebih sulit dari menyiapkan strategi keuangan hemat hehe... jangan sampai anak mengeluh bosan, dan jangan sampai anak diam di rumah tanpa ada pembelajaran santai yang bermanfaat. Dan yang terpenting janganlah sampai liburan sampai habis menyita uang tabungan. Nah inilah yang menjadi sisi mata uang yang terpenting bagi kami. 

     Planning for Vacation yang minim pengeluaran itu yang akhirnya jadi tema liburan kali ini. Dua minggu waktu yang cukup membosankan bagi anak yang biasa aktif di sekolah. Searching di internet sangat membantu untuk riset awal tempat-tempat yang mengasikkan yang penuh dengan pembelajaran bagi anak, dan tentunya yang diharapkan, minim pengeluaran. Minggu pertama sampai tahun baru terlewati dengan sempurna karena seperti biasa kami menjemput bola istilahnya hehe...alhamdulillah keluarga dekat diluar kota selalu mengajak anak-anak untuk berlibur bersama. yang pastinya berbagai atribut kesenangan berlibur dinikmati mereka disana, dalam artian pengeluaranpun bisa lebih hemat lagi. Bundapun bisa melakukan hal yang sama seperti mengantar anak untuk berlibur dirumah neneknya di kampung. Pedesaan biasanya tempat berlibur yang penuh tantangan bagi anak-anak.

     Minggu kedua setelah anak-anak dirumah kembali mulailah rencana dijalankan. Dua hari cukup bagi anak untuk istirahat setelah bepergian dari luar kota. Hari ketiga kami ajak anak untuk membersihkan semua atribut sekolah. walaupun korban sabun dan air yang tumpah dimana-mana, tapi alhamdulillah mereka senang. Hari keempat kami ajak anak untuk menjadi asisten dirumah, mereka menentukan tempat mana yang harus dibersihkan, dan lagi-lagi kamar mandi yang jadi sasarannya hehe...bermain air sangatlah mengasikkan bagi anak. Hari kelima yang kebetulan hari jumat, kami merencanakan satu hari liburan di Kota Bandung. Yang menjadi tujuan kami diawal rencana adalah PUSDAI.


      Ternyata hari jumat di PUSDAI itu sangat ramai. Ada pasar di sepanjang jalan di gerbang yang dekat tiang bendera, banyak jajanan tradisional dijual disana. Bunda bisa eksplorasi ide berbelanja disana sepuasnya loh, karena harga-harganya cukup murah menurut kami. Yang menarik ternyata ada wahana panahan disana, dari saearchery. Dengan harga yang beragam mulai dari 25 ribu kita bisa menikmati wahana memanah dengan belajar mengenai sasaran. Panahnya unik dengan ujung yang tumpul dan papan sasaran yang berupa lingkaran-lingkaran dalam diameter yang berberda. Kitapun mendapatkan sedikit arahan untuk memanah yang benar.
     Yang mengasikkan lagi banyak sekali anak-anak yang bermain sepatu roda dipelataran PUSDAI, senang sekali melihat tempat tujuan kami seramai ini. Banyak keluarga yang datang dari luar kota yang khusus datang kesana di hari jumat itu. Ketika mendekati waktu dhuhur kami sengaja membiarkan anak-anak bereksplorasi di dalam mesjid, sesuai dengan tujuan wisata rohani kami. Mereka antusias melihat segala fasilitas yang ada dan ikut menunggu waktu solat jumat bersama para bapak yang ada di mesjid. Alhamdulillah PUSDAI sangat menyenangkan bagi kami.



     Tujuan selanjutnya kami adalah Gasibu. Dan kami hanya bisa bilang WOW hehe...sangat menyenangkan melihat anak-anak bisa begitu bergembira disana. Setiba di Gasibu hal pertama yang dilakukan mereka adalah lomba lari dilintasa biru. Bermain sambil berolahraga hmm...sewaktu-waktu rupanya perlu kami agendakan kembali liburan seperti ini. Disanapun ada gambar-gambar gubernur jawa barat, sayang tak sempat kami foto karena pencahayaan yang kurang tepat. Anak-anakpun jadi bisa belajar sejarah. Yang tak kalah asik ada perpustakaan mungil yang sangat nyaman di Gasibu. Benar-benar nyaman sampai tak terasa saya menghabiskan setengah buku disana. Anak-anak asik dengan komputer yang disediakan disana, tentunya tidak untuk game online. Bahkan anak pertama kami sempat ulangan susulan dengan aplikasi Quipper school menggunakan komputer disana, luar biasa benar-benar bermanfaat.


      Sayangnya waktu kurang memadai sehingga hari itu tak bisa dilengkapi dengan mengunjungi Museum Geologi dan Gedung Sate. Padahal dengan berjalan kaki tidak memakan waktu 10 menit. Gedung Sate bisa dikunjungi dengan memasuki gerbang belakang, kita bisa ikut permisi untuk foto-foto dan edukasi singkat disana. Anak-anak sudah terlalu lelah, jadinya kami agendakan untuk kunjungan di hari lain. Bandung ternyata asik yah mih!! itu yang terlontar dari mulut mereka sambil menikmati mie ayam di pinggir jalan. Yah, memang banyak tempat berlibur untuk keluarga di Bandung yang mengasikkan, yang penuh edukasi, dan tentunya hemat pengeluaran. Oke bunda, silahkan mencoba gaya kami. Bandung itu asyik loh!

Rabu, 04 Januari 2017

Oleh-oleh Malam Tahun Baru

          Rencana mendadak di jumat pagi. Tiba-tiba saja keinginan untuk melihat air mancur laser di Purwakarta membuncah begitu saja, terlabih karena di sebuah surat kabar dinyatakan jadwal tayang jadi dua kali dalam seminggu, jumat dan sabtu. Sontak saja saya dan suami kembali ngebolang menggunakan kendaraan roda dua ke kota Purwakarta. Perjalanan yang penuh tantangan, cuaca yang cenderung cerah membuat udara sangat berdebu, belum lagi jalan yang tiba-tiba saja jadi padat. Truk-truk besar memadati jalur Bandung-Purwakarta, rupanya itu dampak dari jembatan yang rusak di Tol Cipularang. Sungguh menegangkan berkendaraan berpacu dengan truk-truk itu. 
           Dua jam setengah lumayan membuat punggung sekaku tiang kayu hehe, kami tiba di kota Purwakarta tepatnta di Situ Buleud. Kantor DPC PDI menjadi tempat mengaso sejenak sembari bernostalgia dengan kawan seperjuangan suami. Tak dinyana disana kami mendapat kabar kurang menggembirakan, ternyata air mancur Situ Buleud masih dalam tahap pembangunan dan belum siap untuk tayang. Bahkan rencananya akan tayang perdana tanggal 7 Januari besok. Kecewa mendesak semakin menambah rasa lelah yang sangat. Wah, sudah sejauh ini tapi kami tak bisa melihat air mancurnya, hanya bisa mengintip patung air mancurnya saja dan berfoto di taman-taman kecil diluar lokasi. Walau kecewa, tetap saja hati berdecak kagum dengan kemegahan taman Situ Buleud dan sekitarnya sungguh sangat artistik. Belum lagi alun-alun Purwakarta yang sangat indah, hmm..betah berlama-lama disana kami. Sayangnta foto-fotonya sengaja Saya dokumentasikan untuk tulisan berikutnya hehe...
              Setelah berpusing sejenak di Purwakarta akhirnya kami putuskan untuk mengalihkan tujuan ke kampung, Segalaherang Subang. Mengambil jalur purwakarta-Subang, kembali mata dimanjakan pemandangan indah dan banyaknya lokasi wisata yang menggoda untuk disinggahi. Tak lama hanya satu jam saja kami tiba di Segalaherang. Dan disinilah keajaiban terjadi, Saya melihat hampir di setiap teras rumah ada bunga-bunga indah yang dipajang. Berwarna-warni, bahkan yang uniknya pohon di halamanpun berbunga dengan bunga yang berwarna ungu haha... Sungguh Saya heran bunga apa itu. Mampir di rumah adik ipar yang sangat multi talenta, kembali saya terusik dengan pohon di halamannya yang penuh dengan bunga.





              Ini asli atau palsu?? Takjub Saya ketika melihat lebih teliti ternyata bunga-bunga itu terbuat dari plastik. Sungguh sangat kreatif, rupanya ada RB Craft di desa ini hehe...dan semakin dibuat tak percaya hati ini karena ternyata emak-emak di desa pun tak pernah ketinggalan dengan ilmu crafting, mereka membuat bunga-bunga yang indah di sela-sela kesibukan bertani dan beternak. Plastik kresekpun digunakan di recycle, luar biasa.

artistik

Luar biasa para emak tersebut membuat bunga dari bahan plastik yang dijual eceran di warung-warung, tiga ribu bisa mendapat 10 helai plastik. Kawat yang digunakan memang bukan kawat khusus untuk kerajiana bunga,tapi memang hanya bahan itu saja yang ada disana. Lem yang digunakan lem lilin yang sebatangnya seribu rupiah. Bahan yang lain seperti ranting pohon didapat dari hasil hunting di kebun. Ranting yang indah biasanya didapat dari kebun teh. Wah, di perjalanan pulang nanti rupanya Saya harus mampir dulu di kebun teh, mengambil ranting yang cocok untuk kreasi nanti di rumah.




Akhirnya dengan sangat bersemangat Saya memutuskan untu belajar dari adik ipar cara membuat bunga dari plastik. Ternyata tak sembarang menggunting ada trik-trik tertentu sehingga bisa menghasilkan bentuk yang diinginkan. Dan memang membutuhkan kesabaran dan ketenangan dalam pengerjaannya.








Di malam tahun baru ini, disaat keluarga sibuk membakar jagung dan ayam, saya sibuk berkutat dengan kesabaran mencoba membentuk plastik sesuai dengan yang diinginkan. Pulang ke Bandung nanti bertekad mengaplikasikan yang didapat dengan kreasi sendiri. Luar biasa sungguh saya tak percaya bisa mendapat ilmu craft disini, dari emak desa yang sangat multi talenta, dari bahan seadanya bisa menghasilkan kreasi yang tidak biasa. Ternyata ilmu bisa didapat dimana saja dan ternyata ilmu craft tidak hanya bisa didapat di kota saja. Disini di Desa Segalaherang ada emak-emak luar biasa yang siap berbagi ilmu dengan siapa saja. Sungguh oleh-oleh malam tahun baru yang tak terlupakan.

Jumat, 02 Desember 2016

Letter for My Son

                      Surat cinta untuk anakku

       Dear pemuda kecilku, betapa hari-hari yang dilalui terasa begitu menyesakkan kita. Tiba-tiba saja awan mengeluarkan mendungnya dan hujan mencurahkan badainya. Terkesiap ketika dunia dengan seketika membalikan derajatnya menghentikan putaran porosnya.

Dan aku tahu kau menahan tangis disana.....

Betapa aku ingin berlari, merengkuhmu dan mengatakan semuanya akan baik, akan kembali indah seperti semula.

Kau pantas untuk kecewa karena ternyata langit tak selamanya berwarna biru, akan ada saat birunya tertutup awan mendung. Akan ada saatnya matahari meredupkan cahanya karena takdir perputaran waktu yang mengharuskan gelap menggantikan cahayanya.

Tapi wahai pemuda kecilku, semua itu hanya akan semakin menguatkan keberadaan kita sebagai manusia-manusia pilihan. Karena kita lebih dari yang lain karena tuhan tahu kita manusia-manusia tegar. Karena Dia tahu kita akan selalu berusaha tawakal dan menjalaninya dengan ikhlas.

Karena kita kuat.....

Anakku teriakkanlah marahmu dalam prestasi tidak dalam putus asa. Muntahkan kecewamu dalam energi bangkit dan terus berkarya.
Semua ini ada dan terjadi untuk menjadikan kita semakin kuat. Believe me there is god and there is miracle....

With all my love


Your beloved mom

Kamis, 10 November 2016

Fun with BPJS


     Hari senin kemarin aku memaksakan keperluan yang sudah berbulan bulan ditunda pelaksanaannya. Jujur rasanya malas sekali untuk mengurus berkas BPJS, terlebih ada dua kartu yang salah pengetikan tanggal lahir dan empat kartu yang harus dipindahkan tempat rujukan faskesnya. Tak terbayang rasanya harus mengantri berjam jam dengan jadwal kantorku yang padat. Jadilah selama berbulan-bulan tak terselesaikan. Banyak cerita dan pengalaman kawan yang terus terang menciutkan nyaliku untuk menyambangi kantor BPJS,  padahal letaknya dekat sekali dengan kantorku.
     Cerita berbalik ketika ibu dan kakak berinisiatif untuk membuat BPJS mandiri di Bank Mandiri. Rupanya keikutsertaanku dalam program BPJS perusahaan sedikit menghambat proses pembuatan kartu ibuku, itu karena kami tercantum dalam kartu keluarga yang sama. Jadi sebagai persyaratannya harus memperlihatkan kartuku baru kartu untuk ibu dapat diproses. Cerita punya cerita petugas di bank tersebut mengecek keanggotaanku di BPJS dan mengejutkan karena ternyata tak ada akses atas namaku di program tersebut. Wah langsung pikiran negatif berseliweran dikepalaku ketika mendengar complain dari ibu yang jadi terhambat pembuatan kartunya karena keanggotaanku yang belum jelas keberadaannya. Belum lagi dengan berita-berita yang kebetulan tentang adanya kartu BPJS palsu sedang panas-panasnya waktu itu. Jujur ada sedikit ketakutan juga hal itu menimpaku. 
     Singkat cerita keesokan harinya aku langsung bertanya ke petugas di perusahaan yang mengurusi keanggotaan BPJS. Rupanya memang namaku tidak akan muncul karena sepertinya petugas bank mengecek keanggotaan mandiri saja, sedangkan keangotaanku bergabung dengan perusahaan tempatku bekerja. Jadi apabila yang dicek nama perusahaan pasti namaku otomatis akan muncul, dapat ilmu baru nih tentang BPJS. Akhirnya demi menuntaskan rasa penasaran aku berangkat juga ke kantor BPJS di jalan lengkong. Sebenarnya sudah pasrah saja karena ketika tiba disana waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga.  Tapi ternyata sekitar pukul itu antrian sudah tidak banyak, dengan nomor antrian 96 aku hanya menunggu sekitar lima belas menit kurang karena hanya menunggu delapan orang saja. Sedikit takjub ketika akhirnya nomorku dipanggil, dan tambah merasa semakin luar biasa ketika proses perbaikan kesalahan pada kartu dan pemindahan faskes tak sampai sepuluh menit telah selesai,Wow thats amazing. Kartu yang diterima berupa e-id jadi tidak sama dengan kartu awal.
      Ternyata tak seseram yang diperkirakan hehe...pelayanan yang prima mulai dari satpam hingga petugas yang melayani customer sangat membuat hati puas. thats so fun for me, terima kasih BPJS.