Jumat, 31 Juli 2026

Insto Dry Eyes Selamatkan Liburan Yang Hampir Gagal

Mynikitadream
Insto Dry Eyes


Jujur saja WFA sering bikin mood aku cepat turun. Berada di dalam ruangan terus menerus membuatku seperti dikurung. Paksu juga sibuk dengan pekerjaannya yang padat. Menyebalkannya, Paksu lebih memilih tidur daripada beraktivitas di luar ruangan untuk melonggarkan kepenatan.

Sedangkan aku inginnya jalan-jalan terus. Seringkali aku membujuk Paksu untuk ikut jalan pagi. Dan puncaknya merengek minta liburan keluar kota. Tentu saja Paksu banyak mengajukan alasan mulai dari capek hingga budget yang belum ada. Tapi ujung-ujungnya, Paksu bilang awal bulan depan bisa diusahakan untuk liburan. Aku sudah cukup senang dengan janjinya walaupun belum jelas kemana tujuannya.

Namun tiba-tiba banyak tugas yang mengharuskan mataku ON terus hingga malam hari. Aku bersyukur karena banyak job walaupun sedikit tegang. Masalahnya seperti dikejar-kejar setan setiap hari, karena banyak tugas dengan tema berbeda yang harus segera diselesaikan.

Gara-gara banyak tugas aku jadi stres dan sulit tidur. Alhasil, aku jadi sering scrolling hape dalam kondisi gelap biar cepat mengantuk. Bisa sampai satu jam aku melakukan hal ini. Hampir seminggu lamanya aku direcoki banyak tugas yang menyerap tenaga mata secara berlebih. 

Lama kelamaan mata mulai sering kabur karena dipakai bekerja di malam hari. Seringkali aku tajamkan mata agar lebih fokus dan tulisan di layar laptop jadi jelas terlihat. Tapi tetap saja pandangannya sering kabur dan mata terasa sepet. Sayangnya aku menganggap SePeLe gejala ini.


Gara-gara Memaksa Mata Kerja Berlebih Di Malam Hari

Bayangkan saja, tugas menumpuk terus ditambah pula sulit tidur. Kepala seperti mau meletus rasanya akibat bad mood yang memuncak. Ujung-ujungnya, aku menagih janji liburan pada Paksu. 

Walaupun sedikit enggan Paksu akhirnya mau juga diajak keluar rumah untuk ganti suasana. Kebetulan waktu itu tanggal merah, dan hari Jumat pula. Asyik nih pikirku, bisa diajak ke Jembatan Surabaya. Duduk-duduk di tangga anjungan sambil melihat air laut pasti seru.

Ketika hari H tiba aku bersemangat sekali menyiapkan segala sesuatunya agar sempurna. Sayangnya, pagi hari itu diawali dengan hal yang mengesalkan. Pada saat aku memasang lensa kontak, mata terasa perih. Aku langsung teringat pandangan mata yang kabur setiap kerja di malam hari. Sepertinya mataku kelelahan dan kering. 

Aku berusaha mengedipkan mata berulang kali demi melembabkan mata. Tapi masih tetap saja perih dan malah bercucuran airmata. Beruntung perihnya agak berkurang setelahnya. Aku pun memaksakan diri untuk tetap pergi ke jembatan bersama Paksu.


Indahnya Pemandangan Di Jembatan Surabaya

Senang sekali rasanya bisa keluar rumah dan menikmati udara terbuka di Jembatan. Pada saat itu air laut sedang pasang. Perahu-perahu nelayan yang sedang memancing ikan tampak di kejauhan. Terlihat juga beberapa perahu yang mengangkut penumpang lewat di bawah jembatan. 

Payahnya, perih di mataku berulah lagi. Ditambah seperti ada yang mengganjal di mata. Aku mengedipkan mata lagi berusaha menghasilkan airmata. Tapi kali ini perihnya menjadi-jadi. Jadi lucu rasanya, aku malah bercucuran airmata di tengah orang banyak yang tengah bergembira. Mau tak mau lensa kontaknya harus dilepas. Oh, tidak, mana bisa aku menikmati pemandangan dengan penglihatan yang tidak jelas.

Menyesal rasanya telah mengabaikan pandangan kabur sebelumnya, harusnya gejala #MataSePeLeJanganSepelein. Liburan pun akhirnya jadi kacau. Seharusnya sewaktu mata mulai tersasa sepet aku melakukan beberapa hal ini :

  1. Rehat sejenak dari layar laptop atau hape
  2. Beri jeda 15 menit sekali ketika mata mulai terasa lelah dengan memejamkan mata atau alihkan pandangan ke jarak yang lebih jauh
  3. Gunakan obat tetes mata untuk mencegah mata kering
  4. Usahakan lampu yang digunakan saat bekerja terangnya cukup agar mata tidak kelelahan saat menatap layar gadget

Paksu sempat khawatir karena aku terlihat sangat kesakitan. Memang mata berair agak berkurang setelah lensa kontak dilepas, tapi perihnya masih ada. Karena khawatir, Paksu akhirnya mengajak aku ke minimarket untuk membeli obat tetes mata.

Insto Dry Eyes 7.5 mL


Sedih sekali karena sekarang malah harus berkeliling mencari minimarket. Beruntung di Kenjeran ada sebuah minimarket. Tanpa banyak tanya aku langsung masuk ke dalam toko dan mencari Insto Dry Eyes. Lega rasanya setelah berhasil menemukan obat tetes mata yang kucari.

Mengapa aku pilih #InstoDryEyes untuk mengobati kondisi mata perihku? Ada beberapa alasan :

  1. Mengandung bahan aktif yang berfungsi memberikan efek pelumas seperti air mata dan mengatasi gejala mata kering
  2. Mengandung bahan aktif yang dapat meringankan iritasi mata karena kekurangan produksi air mata

Menyesal rasanya karena telah mengabaikan gejala mata kering sebelumnya. Padahal ada dua gejala yang jelas aku rasakan, yaitu ;

  1. Mata terasa sepet
  2. Mata terasa perih


Gejala Mata Kering Berhasil Diatasi

Kondisi mataku mulai membaik setelah lensa kontak dilepas dan menggunakan obat tetes mata. Sengaja aku biarkan selama 15 menit agar kandungan pelumas airmatanya bekerja baik dan memberikan efek sejuk pada mata.

Insto Dry Eyes

Setelah #BebasMataKering yang berarti perih di mata hilang, barulah aku pakai lagi lensa kontaknya. Kali ini lancar jaya, tidak terasa perih ketika ditempelkan pada mata. Dan di mata pun sudah tidak terasa ada yang mengganjal lagi. Lega sudah hatiku karena bisa lanjut menikmati liburan. Untuk kali ini aku berjanji dalam hati untuk tidak menganggap sepele gejala mata kering lagi seperti sebelumnya






Tidak ada komentar:

Posting Komentar