Oleh: Embing Jr.
Tujuh hari kabut-kabut menyelimuti kembang.
Reranting hampir getas, tak kuasa menahan sabar yang kian menggelayut.
Sedang lebah sesekali tampak, hanya mengamati kembang itu dari kejauhan.
Bukan karena matahari mengurangi kadar kehadiran di pagi hari dan berhenti memberi kilauan yang jatuh tepat di kelopak.
Bukan pula lebah ingin melihat kembang melayu sebelum putik berhasil dicapai lebah.
Duhai kembang, cobalah mengerti mustahil lebah akan mendapatkan sari dan memetik putik ketika matahari hadir menyapa, engkau malah menutup kelopak.
Padahal matahari itulah nyawa dari proses fotosintesis. Menjagamu dari polutan karbondioksida, mengubahnya menjadi udara yang selalu engkau butuhkan agar kelopak-kelopakmu dapat tersenyum.
Dan kembang itu memilih melayu
padahal lebah terus menunggu
tak bergeming, tetap mengitari
dijiwainya pagi setiap hari
Dengan sayap-sayap hampir patah
lebah tetap memilih tabah
diterpa angin yang kadang merubah
digoda mekar kembang lain, yang tampak mewah.
Banten 120218
Note: Terima kasih untuk orang terdekatku.
Yang telah mengapresiasiku dalam sebuah puisi.
Jumat, 13 April 2018
Puan Musafir
Oleh: Embing Jr.
Di kakinya penuh luka, tertancap serbuk-serbuk halus
bekas cermin retak, pecah seribu
di wajahnya pun penuh luka
goresan tajam kaca jendela
jendela yang lampau
berbingkai pandangan selaras
sebelum guncangan
pecahkan kaca menjadi dua bagian. terpisah.
Tak ada lagi cermin tempat mereka memandangi diri sendiri
Tak ada lagi bingkai jendela tempat mereka melihat dunia yang senada.
Guncangan itu pun meluruhkan isi langit
Tumpah tak terbendung, menjadi danau
Tempat ia, puan yang kusebut musafir
Mencecap asinnya sebuah liku perjalanan.
Ia pun sadar hidup tak sekadar
tawa, canda, kebahagiaan
derai air mata jua pasti tertuang
dalam episode perjalanan hidupnya.
Dengan langkah gontai mencari arti hidup
membasuh semua luka dengan sejuk tetesan air wudu
menutup luka di wajahnya dengan sujud
menerbangkan semua luka dengan sayap-sayap doa.
Ia, puan musafir yang kini menjadi bagian hidupku
‘kan kulukis pelangi setelah hujan reda di kelopaknya.
Banten, 140318
Note: Terima kasih untuk orang terdekatku.
Yang telah mengapresiasiku dalam sebuah puisi.
Di kakinya penuh luka, tertancap serbuk-serbuk halus
bekas cermin retak, pecah seribu
di wajahnya pun penuh luka
goresan tajam kaca jendela
jendela yang lampau
berbingkai pandangan selaras
sebelum guncangan
pecahkan kaca menjadi dua bagian. terpisah.
Tak ada lagi cermin tempat mereka memandangi diri sendiri
Tak ada lagi bingkai jendela tempat mereka melihat dunia yang senada.
Guncangan itu pun meluruhkan isi langit
Tumpah tak terbendung, menjadi danau
Tempat ia, puan yang kusebut musafir
Mencecap asinnya sebuah liku perjalanan.
Ia pun sadar hidup tak sekadar
tawa, canda, kebahagiaan
derai air mata jua pasti tertuang
dalam episode perjalanan hidupnya.
Dengan langkah gontai mencari arti hidup
membasuh semua luka dengan sejuk tetesan air wudu
menutup luka di wajahnya dengan sujud
menerbangkan semua luka dengan sayap-sayap doa.
Ia, puan musafir yang kini menjadi bagian hidupku
‘kan kulukis pelangi setelah hujan reda di kelopaknya.
Banten, 140318
Note: Terima kasih untuk orang terdekatku.
Yang telah mengapresiasiku dalam sebuah puisi.
Dari Sisi Gelap
Oleh: Aynul Yaqin
Umpama bintang
Kau ada, tenang
Walau tak kasat ketika siang
Menjelma panggang
Kau adalah pendar
Membuar
Di pelupuk angkasa
Di setiap pekat yang menyerta
Kidung-kidung membahana loka
Mengiringi perjalanan panjang sang ratna
Berjengkal-jengkal
Tak kekal
Lalu
Dengan kerdip
Kau terjemahkan bisu
Pada puing yang terselip
Dan kau selalu terbaca
Dari sisi gelap nabastala
Bukan pada benderang
Nyalang
_Penjuru Hati_ (Gombak), April 2018.
Note: terima kasih sahabat sastraku,
atas penghargaannya dalam sebuah puisi yang indah.
Kamis, 12 April 2018
Eksotisme Curug Cipeureu
Apa yang ada dipikiran kalian ketika mendengar kata Lembang? Sepertinya hamparan kebun teh, ketan dan jagung bakarnya yang pasti terlintas. Destinasi wisata di tempat ini memang sangat variatif. Dan kebanyakan sangat menghibur karena mengambil konsep wisata alam. Tapi pernah tidak mencoba destinasi lain yang hampir tak terlihat dan terdengar? Dan di wilayah yang sering dianggap masih Lembang ini ternyata ada satu tempat tujuan wisata yang eksotis. Tempat yang sangat disayangkan bila tidak dikunjungi.
Seperti menemukan harta karun ketika mengunjungi tempat ini. Awalnya dari pembicaraan tak sengaja ketika sedang mengunjungi tempat kuliner di tepi jalan dekat jalan masuk menuju Gracia. Jalan menuju Gracia tampak tak pernah sepi dari kendaraan bermotor. Ternyata selain karena ada perkampungan, Sebelum Gracia terdapat sebuah tujuan wisata yang tersembunyi. Curug Cipeureu, sebuah air terjun kecil di tengah perkebunan teh.
Akses menuju tempat ini sangat mudah. Patokannya adalah jalan masuk menuju Gracia Spa Subang. Di sepanjang jalan menuju curug ini terdapat rumah-rumah penduduk. Uniknya deretan rumah itu di cat dan dilukis dengan tema yang berbeda-beda. Cukup menyegarkan mata karena warna cerianya jadi sangat mencolok di antara hijau pepohonan. Pintu masuk Curug Cipeureu berada di sisi kanan jalan. Tepat di persimpangan jalan. Yang mengasikkannya, kita harus melewati perkebunan teh dulu untuk sampai ke tujuan. Oh, ya, jalannya hanya bisa dilewati motor. Yang membawa mobil biasanya parkir di tepi jalan di dekat jalan masuk ke curug. Jaraknya hanya sekitar 150 meter untuk sampai ke tempat pembelian tiket. Jadi disarankan untuk jalan kaki melintasi kebun tehnya. petualangannya akan jadi lebih terasa.
Ketika sampai ke tempat tiket aroma eksotisme Curug Cipeureu sudah mulai terasa. Harga tiket pun sangat bersahabat. Dengan sepuluh ribu rupiah kita sudah dapat menikmati keindahan tempat ini. Asiknya tidak ada batasan waktu buka dan tutup di tempat wisata ini. Jadi bagi yang ingin berlama-lama, bisa pula menikmati suasana malam. Untuk sampai ke curug ini kita harus menuruni anak tangga dari tanah. Tentunya masih di tengah perkebunan teh. Pemandangan sepanjang menuruni kebun teh ini benar-benar mengaduk imajinasi. Tempat wisata ini ternyata menyimpan begitu banyak keindahan.
Di dalam area curug terdapat saung-saung dari kayu beratapkan injuk. Mushola pun tersedia. Jangan khawatir kelaparan disini. Satu-satunya warung kecil yang ada menyediakan jagung bakar dan makanan lainnya. Menariknya ada dua buah jembatan di atas sungai kecilnya. Satu jembatan dibangun bertingkat sehingga pengunjung bisa melihat curug dari atas. Oh, ya di tengah kebun teh pun ada rumah pohon. Bisa dikatakan tempat ini sangat cocok bagi yang menyukai selfie.
Air curugnya sangat bening karena bersumber langsung dari Gunung Keramat. Area di dalam curug pun aman untuk dimasuki. Karena kedalaman airnya rendah, anak-anak jadi bisa bermain air di dekat air terjun. Bisa juga menyusuri sungai kecilnya yang dangkal. Curug Cipeureu ini benar-benar tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu libur bersama keluarga. Bagaimana, penasaran dengan tempatnya? Ayo, segera buat rencana dengan orang-orang terdekat, dan kunjungi curug ini!
Seperti menemukan harta karun ketika mengunjungi tempat ini. Awalnya dari pembicaraan tak sengaja ketika sedang mengunjungi tempat kuliner di tepi jalan dekat jalan masuk menuju Gracia. Jalan menuju Gracia tampak tak pernah sepi dari kendaraan bermotor. Ternyata selain karena ada perkampungan, Sebelum Gracia terdapat sebuah tujuan wisata yang tersembunyi. Curug Cipeureu, sebuah air terjun kecil di tengah perkebunan teh.
Akses menuju tempat ini sangat mudah. Patokannya adalah jalan masuk menuju Gracia Spa Subang. Di sepanjang jalan menuju curug ini terdapat rumah-rumah penduduk. Uniknya deretan rumah itu di cat dan dilukis dengan tema yang berbeda-beda. Cukup menyegarkan mata karena warna cerianya jadi sangat mencolok di antara hijau pepohonan. Pintu masuk Curug Cipeureu berada di sisi kanan jalan. Tepat di persimpangan jalan. Yang mengasikkannya, kita harus melewati perkebunan teh dulu untuk sampai ke tujuan. Oh, ya, jalannya hanya bisa dilewati motor. Yang membawa mobil biasanya parkir di tepi jalan di dekat jalan masuk ke curug. Jaraknya hanya sekitar 150 meter untuk sampai ke tempat pembelian tiket. Jadi disarankan untuk jalan kaki melintasi kebun tehnya. petualangannya akan jadi lebih terasa.
Ketika sampai ke tempat tiket aroma eksotisme Curug Cipeureu sudah mulai terasa. Harga tiket pun sangat bersahabat. Dengan sepuluh ribu rupiah kita sudah dapat menikmati keindahan tempat ini. Asiknya tidak ada batasan waktu buka dan tutup di tempat wisata ini. Jadi bagi yang ingin berlama-lama, bisa pula menikmati suasana malam. Untuk sampai ke curug ini kita harus menuruni anak tangga dari tanah. Tentunya masih di tengah perkebunan teh. Pemandangan sepanjang menuruni kebun teh ini benar-benar mengaduk imajinasi. Tempat wisata ini ternyata menyimpan begitu banyak keindahan.
Di dalam area curug terdapat saung-saung dari kayu beratapkan injuk. Mushola pun tersedia. Jangan khawatir kelaparan disini. Satu-satunya warung kecil yang ada menyediakan jagung bakar dan makanan lainnya. Menariknya ada dua buah jembatan di atas sungai kecilnya. Satu jembatan dibangun bertingkat sehingga pengunjung bisa melihat curug dari atas. Oh, ya di tengah kebun teh pun ada rumah pohon. Bisa dikatakan tempat ini sangat cocok bagi yang menyukai selfie.
Air curugnya sangat bening karena bersumber langsung dari Gunung Keramat. Area di dalam curug pun aman untuk dimasuki. Karena kedalaman airnya rendah, anak-anak jadi bisa bermain air di dekat air terjun. Bisa juga menyusuri sungai kecilnya yang dangkal. Curug Cipeureu ini benar-benar tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu libur bersama keluarga. Bagaimana, penasaran dengan tempatnya? Ayo, segera buat rencana dengan orang-orang terdekat, dan kunjungi curug ini!
Langganan:
Postingan (Atom)





