Awalnya aku pikir ini film biasa, ternyata, di luar ekspetasiku ini film yang sama sekali tidak biasa. Alur film The escaping madhouse benar-benar menyedotku, dan menjadikannya cerita yang aku masukkan kategori luar biasa.
Minggu, 31 Maret 2019
Senin, 25 Februari 2019
Nibiru-Masa Kehancuran
Menulis
bagiku adalah sebuah perjalanan. Dimulai dari masa kanak-kanak yang penuh imajinasi, ruang-ruang khayal
selalu dipenuhi petualangan. Setiap hari adalah awal dari perjalanan baru
seorang anak yang memiliki daya khayal
tinggi. Aku adalah seorang putri
kerajaan, seorang detektif, bahkan seorang penyihir. Tiap detik nafas adalah
penjabaran dari petualangan yang tertera
di pikiran. Dan aku akan tetap hidup di dalamnya, bersama setiap aksaranya,
berkelana di ruang imaji tanpa tepi.
Seiring
waktu puisi-puisi di lembaran akhir buku mulai berubah abu-abu. Bahkan penaku
mulai mengering tetesannya digerus tamparan kehidupan dari tahun ke tahun. Dan menulis pun terlupakan,
setimpal dengan pengaruhnya pada kesehatan psikisku. Tanpa disadari segala ruang imaji yang tak terproses menjadi gumpalan di hati
dan pikiran. Menyumbat setiap kesenangan
dan kebebasan. Akhirnya aku
terbelenggu dalam kehampaan dan sering mencoba berontak—walau tak paham
bagaimana caranya.
Angka 40 dan Lutut
![]() |
| Bahagia kalau lutut bisa sekuat ini |
Ugh! nyeri rasanya ketika tulang lutut menopang badan yang naik ke atas bus. Padahal saya selalu berusaha mengurangi beban lutut dengan mengangkat badan dan bertumpu pada kedua lengan. Pernah mengalami hal serupa tidak? Jujur, momen naik ke bus jadi salah satu biang keladi stres saya. Memang dilema setiap naik bus yang tangga otomatnya rusak. Bahkan tidak disangkal lagi kalau saya jadi sering menyalahkan pelayanan bus yang buruk. Padahal bisa saja mereka belum sempat mereparasi tangga otomat yang rusak itu.
Walau begitu, demi pelayanan optimal pada penumpang tidak ada salahnya pihak penyedia transportasi bus mengecek kondisi kendaraan secara berkala. Saya yakin tangga otomat ini sangat penting bagi beberapa golongan penumpang (termasuk saya). Bisa dibayangkan tidak seorang nenek yang mencoba naik bus tanpa tangga ini? Atau (maaf) yang kebetulan kakinya cacat? Duh, saya saja yang kebetulan setengah manula (eh?) dan lutut setengah sehat-kewalahan naik bus tanpa tangga itu.
Sabtu, 09 Februari 2019
Ketika Anak Remaja
“Ayo, kakak kita
nonton. Ada film seru di bioskop!” ajakku pada si sulung suatu hari.
Anak pertamaku merengut. “Mami nonton sama temen Mami
aja... kakak juga nontonnya sama temen-temen sendiri.”
Deg! Ada rasa ngilu yang tiba-tiba menyayat hati. Mungkin aku
sedikit berlebihan, tapi sedih rasanya ketika anak-anak tidak mau diajak
nonton. Apa ada yang mengalami hal serupa? Aku yakin, banyak dari kalian yang
juga merasa kehilangan kebersamaan dengan anak ketika mereka mulai sibuk dengan
dunianya. Keberadaan teman-teman baru akan mengalihkan perhatiannya dari kita
sebagai orangtuanya.
Teringat ketika mereka masih kecil aku sering mengeluh. Terutama
karena tidak memiliki waktu untuk menyalurkan hobi. Malah sering mencuri-curi
waktu agar bisa pergi sendirian. Dan sekarang
rasa sesal itu datang. Sekiranya dulu aku tahu akan ada masanya mereka punya
dunia sendiri, pastinya satu menit pun tidak akan disia-siakan.
Langganan:
Postingan (Atom)

